
Sebagian besar masyarakat Indonesia dalam menilai/menyikapi suatu kasus atau masalah yang terjadi masih dengan "rasa" tidak dengan "rata" (menempatkan diri pada posisi yang netral).Sehingga sering terjadi ketidak seimbangan dalam memberikan argumentasi/ pendapat yang berakibat pada salah satu pihak yang bermasalah berdiri dalam posisi tidak menguntungkan.
Satu contoh kasus yang sering terjadi di masyarakat kita :
Suatu peristiwa di sebuah kampung terjadi kecelakaan antara sepeda motor dengan sepeda pancal, dimana pengendara sepeda pancal seorang anak usia SD dan pengendara sepeda motor seorang pemuda yang usianya kira-kira 20 tahun.
Apa yang terjadi.....!!! pengendara sepeda motor tersebut langsung "Benjut" (babak belur) dihajar oleh warga kampung sekitar kejadian. Warga tidak mau tahu sebab musabab terjadinya kecelakaan tesebut, yang mereka tahu pokoke sepeda motor kok nabrak sepeda pancal yang mana pengendaranya anak kecil lagi.
Selang sehari dari kejadian tersbut didepan gang kampung tersebut terpampang plang bertuliskan : "NGEBUT BENJUT"
Lha kalo sebagian besar rakyat Indonesia masih besikap demikian mana bisa negara Indonesia tercinta ini menjadi negara yang adil, aman, tentram dan damai.
Untuk Indonesia kita yang tercinta ini mari kita masing-masing melihat/bertanya kepada diri kita masing-masing : "apa yang sudah aku perbuat untuk negara ini ?".
Dengan begitu kita tidak akan cepat menghakimi dalam meneyelesaikan suatu masalah/konflik yang terjadi.
Demokrasi ya demokrasi tapi jangan dikasih Elpiji...nanti timbul api...!
Bagaimana dengan anda...?

