06 June 2007

Omong Kosong

Sebagian besar masyarakat Indonesia dalam menilai/menyikapi suatu kasus atau masalah yang terjadi masih dengan "rasa" tidak dengan "rata" (menempatkan diri pada posisi yang netral).
Sehingga sering terjadi ketidak seimbangan dalam memberikan argumentasi/ pendapat yang berakibat pada salah satu pihak yang bermasalah berdiri dalam posisi tidak menguntungkan.

Satu contoh kasus yang sering terjadi di masyarakat kita :
Suatu peristiwa di sebuah kampung terjadi kecelakaan antara sepeda motor dengan sepeda pancal, dimana pengendara sepeda pancal seorang anak usia SD dan pengendara sepeda motor seorang pemuda yang usianya kira-kira 20 tahun.

Apa yang terjadi.....!!! pengendara sepeda motor tersebut langsung "Benjut" (babak belur) dihajar oleh warga kampung sekitar kejadian. Warga tidak mau tahu sebab musabab terjadinya kecelakaan tesebut, yang mereka tahu pokoke sepeda motor kok nabrak sepeda pancal yang mana pengendaranya anak kecil lagi.

Selang sehari dari kejadian tersbut didepan gang kampung tersebut terpampang plang bertuliskan : "NGEBUT BENJUT"

Lha kalo sebagian besar rakyat Indonesia masih besikap demikian mana bisa negara Indonesia tercinta ini menjadi negara yang adil, aman, tentram dan damai.

Untuk Indonesia kita yang tercinta ini mari kita masing-masing melihat/bertanya kepada diri kita masing-masing : "apa yang sudah aku perbuat untuk negara ini ?".

Dengan begitu kita tidak akan cepat menghakimi dalam meneyelesaikan suatu masalah/konflik yang terjadi.

Demokrasi ya demokrasi tapi jangan dikasih Elpiji...nanti timbul api...!

Bagaimana dengan anda...?

31 May 2007

Numpak Suzuki APV

Suatu sore kira-kira pukul 15.00, saya dan istri diajak teman untuk berlibur di kota Malang, tiga hari sebelumnya teman saya nelpon ke rumah bahwa kami akan dijemput dirumah dengan menggunakan mobil Suzuki APV.

Maklum wong ndeso, denger Suzuki APV langsung terbayang dibenak saya akan iklan mobil tersebut di televisi yang bintang iklannya Tora Sudiro yang kalo tidak salah mengatakan : " Lega di depan, lega ditengah dan dibelakang lega".

Wuih enak paling numpak APV.....!!!!

Saya dan istri saya sebenarnya sudah siap berangkat pada pukul 13.30 wib. Setelah menunggu ya..kira-kira satu setengah jam, akhirnya datang teman kami tersebut dengan keluarga bersama teman yang lain dengan mengendarai Suzuki APV.

Setelah mengunci semua pintu rumah kami segera masuk ke mobil, waktu perjalanan kurang lebih setengah jam, salah seorang anak dari teman kami yang duduk dibangku belakang berkata " mana yang katanyanya dimana-mana lega kalo naik Suzuki APV ?"

Saya rasa-rasakan memang benar kata anak teman kami tersebut, kami duduk harus dalam posisi punggung tegak supaya kaki sedikit lebih nyantai, (atau memang terlalu banyak penumpang ya...kalo nggak salah waktu itu penumpangnya : duduk depan + sopir = 2 orang, ditengah : 3 orang dewasa + 1 anak usia TK, dibelakang : 4 orang).

Tapi nggaklah ya...memang nggak lega....juga.

Atau memang kami wong ndeso yang nggak bisa membedakan rasanya antara naik angkutan umum dengan naik Suzuki APV.

Yahh...nggak tau..lah.

Tapi kami sangat berterima kasih sekali pada teman kami yang mau mengajak kami berlibur ke kota Malang dan kami juga mendapat pengalaman naik Suzuki APV. maklum wong ndesso.

28 May 2007

Hari ini

"Bukti" ada pada hari ini, bukan pada hari esok.

"Hidup" terbukti pada hari ini, bukan pada hari esok.

Mengenai sikap hidup saya teringat kata-kata bijak yang mengatakan demikian :

"Saya tidak takut pada hari esok sebab saya belajar dari hari kemarin dan saya sangat cinta hari ini"